Jika selama ini motorsport menjadi inspirasi dalam industri mobil,
Volvo, produsen kendaraan mewah asal Swedia ini justru bertindak sebaliknya. Volvo mengandalkan teknologi ramah lingkungan
DRIVe untuk memenangkan
Swedish Touring Car Championship (STCC). Jagoannya adalah, Volvo C30 DRIVe yang kemampuan mesinnya telah disesuaikan untuk kebutuhan kompetisi.
Pada STCC tahun 2007 lalu, Volvo Car Corporation merupakan pabrikan otomotif pertama yang menggunakan bahan bakar bioethanol (E85) pada mobil balap yang diterjunkan dalam ajang tersebut.

Pada tahun 2008, sebuah race car yang utuh, berbasis pada model C30 telah dikembangkan Volvo untuk tetap fokus pada Green Racing dan penggunaan bahan bakar bioethanol.
Volvo C30 merupakan model terbaik yang memperlihatkan teknologi ramah lingkungan dari Volvo, seperti model C30 1.6 DRIVe start/stop yang baru. Konsumsi bahan bakar mobil yang ditenagai oleh mesin disel ini adalah, 0.39 liter/100 km. “Memilih Volvo C30 sebagai “green” race car yang baru adalah sangat masuk akal”, demikian diutarakan Derek Crabb, director of Motor Sport di Volvo Cars.
Biasanya, pabrikan otomotif menggunakan solusi teknis yang didadapat dari mobil balap mereka untuk mengembangkan kendaraan-kendaraan produksi mereka. Sementara Volvo melakukan sebaliknya. Menggunakan teknologi DRIVe untuk memenangkan kompetisi. Oleh karenanya, Volvo C30 DRIVe memilik peran siginifikan dalam pengembangan mobil balap yang baru.
Kendaraan ini telah di uji coba di Spanyol pada musim dingin lalu. Pengembangan mobil balap Volvo akan terus berlangsung. Volvo Cars dan tim balapnya Polestar, telah menetapkan target untuk menjadi pemenang dalam kompetisi dengan mengusung teknologi hijau yang modern.